Jumat, 15 Desember 2017

Pilgub Sumut 2018, Ngogesa Sitepu Mundur dari Pencalonan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 23:42 WIB
Ngogesa Sitepu. Foto Ist

https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 340 1814714 pilgub-sumut-2018-ngogesa-sitepu-mundur-dari-pencalonan-gUJxalAfDK.jpgMEDAN – Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara, Ngogesa Sitepu, dikabarkan mundur dari pencalonan sebagai bakal calon gubernur dari Partai Golkar, untuk putaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Sumut tahun 2018 mendatang. Bupati Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu disebut-sebut mundur dari pencalonan karena alasan kesehatan.
Sebelumnya, Ngogesa dideklarasikan Partai Golkar untuk mendampingi Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, Tengku Erry Nuradi yang akan maju menjadi calon gubernur.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Irham Buana Nasution saat dikonfirmasi, tidak membantah kabar tersebut. Namun ia mengaku belum ada pernyataan resmi dari Ngogesa.
“Secara personal memang sudah disampaikan. Tapi kemarin kan pengusulannya dilakukan secara formal lewat mekanisme organisasi. Artinya kalau mau mundur juga harus lewat mekanisme formal. Itu yang segera kita lakukan pembahasannya,” kata Irham, Rabu (15/11/2017).
Irham menyebutkan, sampai saat ini Ngogesa masih tercatat sebagai bakal calon wakil gubernur. Oleh karena itu kader Golkar di Sumut diminta tenang dan tidak terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan spekulatif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Paling tidak keputusannya tersebut beliau sampaikan pada pleno diperluas yang dihadiri oleh pengurus dari DPD tingkat II kabupaten/kota. Sejauh itu belum ada, pengunduran diri Pak Ngogesa belum final," tukasnya.

KPU Batubara Lakukan Sosialisasi Pilkada 2018

 

KPU Batubara melakukan sosialisasi pelaksanaan Pilkada tahun 2018 mendatang. Foto/Zailani
KPU Batubara Lakukan Sosialisasi Pilkada 2018
BATUBARA - KPU Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, melakukan sosialisasi agenda pelaksanaan Pilkada tahun 2018 mendatang.

Materi menyinggung sejumlah aspek penting seperti mengenai tahapan, pendataan serta upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menciptakan iklim transparansi kepada masyarakat luas mengenai proses serta hasil-hasil pesta demokrasi yang terselenggara.

Sosialisasi ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua KPU, Muksin Kalid didampingi anggota komisioner lainnya Muhammad Amin Lubis, Mustafa, Alhusain dan Taufi Abdi Hidayat.

Ketua KPU Muksin Kalid mengatakan, kesuksesan pemilihan umum bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaganya, tapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kita berharap media massa dapat berpartisipasi aktif memberikan informasi kepada masyarakat. Sehingga seluruh agenda pemilu nantinya dapat terlaksana dengan baik,” kata Muksin ketika sosialisasi di Lima Puluh, Selasa (5/12/2017). 

Ketua Kadin Sumut Ikuti Jejak Sandiaga Uno


 
Ketua Kadin Sumut Ikuti Jejak Sandiaga Uno. (Istimewa).

Ketua Kadin Sumut Ikuti Jejak Sandiaga UnoMEDAN - Pilkada serentak pada tahun 2018 mendatang akan diikuti kalangan pengusaha, salah satunya Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara dalam termasuk Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara.

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepaskan jabatan Wakil Ketua Kadin Indonesia saat bersandingan dengan Anies Rasyid Baswedan dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Ivan juga mengaku akan membangun Sumatera Utara ke depannya. Terlebih lewat latar belakangnya sebagai seorang pengusaha.

Dalam janji politiknya, Ivan pun optimis dapat mengurangi angka pengangguran. Menurutnya, kepemimpinan Tengku Erry Nuradi sebagai Gubernur Petahana Sumatera Utara harus disempurnakan dengan peningkatan ekonomi. Sebab, seperti diketahui jika Sumatera Utara merupakan gerbang bagian barat Indonesia, sehingga pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sangat memengaruhi pertumbuhan nasional secara keseluruhan.

"Ini menjadi perhatian penting ketika Sumatera Utara memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Maka dari itu, selama ini kami (Kadin Sumatera Utara) telah berusaha melakukan sinergitas antara dunia usaha dan dunia industri dengan pemerintah," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Minggu (10/12/2017).

Lebih lanjut diungkapkannya, sinergi yang dilakoninya itu menumbuhkan kesadaran atas pengabdian kepada tanah kelahiran tercinta. Dirinya pun mengaku akan melepas jabatan dan menjadi jembatan antara pemerintah dan kalangan pengusaha untuk pembangunan Sumatera Utara ke depannya.

"Saat dunia usaha bersinergi bersama pemerintahan, tentu akan menghadirkan kombinasi pembangunan yang lebih baik lagi ke depan. Saya optimis," tutupnya.

Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar mengatakan, sosok yang tepat untuk mendampingi Tengku Erry Nuradi harus berlatar belakang dan disesuai oleh rakyat.

Anshor menilai Ivan Iskandar Batubara menjadi kandidat yang tepat lantaran dianggap memiliki kemampuan untuk meningkatkan ekonomi sekaligus lapangan pekerjaan.
(nfl)

Pilkada Sumut, Tengku-Wildan atau Trimedya-Wildan?

Wildan Aswan Tanjung saat ini menjabat Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel). Ini adalah periode kedua dia memimpin. Meski belum banyak prestasi yang dia torehkan, namun sosok pria 42 tahun itu dikenal sebagai politikus petarung.
Pilkada perdana Labusel pada Tahun 2010 lalu, Wildan mengalahkan 8 kandidat pesaingnya. Dan pada Pilkada Labusel Tahun 2015 kemarin, Wildan menaklukkan dua kandidat lainnya dengan kemenangan 61 persen. Sebelum jadi Bupati di Labusel, Wildan juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Padang Lawas Utara.
Dan saat ini, Wildan menjabat periode kedua sebagai Ketua DPC PAN Labusel. Dia satu-satunya kepala daerah kader PAN di 33 kabupaten/kota se-Sumut.
Dan di Pilkada tahun lalu, mayoritas partai politik (parpol) mengusung dan mendukung Wildan yang berpasangan dengan Kholil Jufri Harahap. Parpol penguasa Wildan-Jufri yaitu PAN, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKS, Partai Hanura, dan PBB.
Untuk Pilkada Sumatera Utara (Sumut) pada Tahun 2018 nanti, Partai Nasdem dan PDIP diyakini sebagai partai penentu.
Alasannya, Partai Nasdem adalah partai incumbent Tengku Erry Nuradi (Gubernur Sumut). Sementara PDIP, partai terbesar di nasional dan nomor dua di Sumut. PDIP memiliki banyak kader yang yang mumpuni, seperti Trimedya Panjaitan, Maruarar Sirait, Sofyan Tan, Japorman Saragih, dan Budiman Nadapdap.
Komunikasi politik Wildan dengan Nasdem dan PDIP terjalin dengan baik dan cair. Awal Juni kemarin, Tengku menyempatkan hadir meresmikan Kantor Bupati Labusel. Dan dengan PDIP, belum lama ini, saat peresmian Kantor PDIP Labusel di Kota Pinang, Wildan terlihat sangat akrab dengan Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan.
Hitung-hituangan politiknya, PAN yang hanya memiliki 6 kursi di DPRD Sumut bisa saja mengusung Wildan jadi nomor satu (calon gubernur), meski mewujudkan itu sangat berat dan terkesan “dipaksakan”.
Namun, untuk nomor dua (calon wakil gubernur), peluang itu terbuka lebar. Wildan bisa saja disandingkan dengan Tengku atau dengan Trimedya.

Kamis, 14 Desember 2017

Pangkostrad klaim didukung Gerindra, PKS, Hanura dan PAN di Pilgub Sumut

Sejumlah tokoh nasional hadir di acara ngunduh mantu Muhammad Bobby Afif Nasution-Kahiyang Ayu, di antaranya Pangkostrad Letjen Eddy Rahmayadi. Jenderal bintang tiga ini pun mengungkap perkembangan rencananya maju dalam Pilgub Sumut. Eddy membeberkan partai mana saja yang sudah dipastikan akan mendukungnya sebagai calon Gubernur pada Pilgub Sumut. "Hanura, Gerinda, PKS sama PAN. Pasti, Insya Allah," ucapnya, Sabtu (25/11). Ditanya soal siapa yang menjadi bakal calon wakil gubernur pendampingnya, Eddy mengaku masih menimbang-timbang. Ketika nama Musa Rajecshah alias Ijeck yang disebut-sebut selama ini, dia tak mau menjawab pasti. Ketika ditanya siapa pasangan yang diinginkan, Eddy menjawab sambil tertawa. "Wartawan," sebut Eddy. Jika partai-partai yang disebutkanya benar-benar solid mendukung, berarti Eddy memegang modal yang cukup untuk mendaftarkan diri ke KPU Sumut. Total dia sudah memiliki dukungan dari pemilik 38 kursi di DPRD Sumut, padahal syarat minimal hanya 20 kursi. Ke-38 kursi itu merupakan akumulasi dari jumlah yang dimiliki Partai Gerindra 13 kursi, Hanura 10 kursi, PKS 9 kursi, PAN 6 kursi. Saat hadir di acara ngunduh mantu Bobby-Kahiyang, Eddy menjadi perhatian tamu. Banyak yang berebut selfie dengannya.

Senin, 25 September 2017

PAN Rekomendasikan Pangkostrad Letjen Edy sebagai Cagub di Pilkada Sumut



MEDAN - Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi resmi mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) ke Kantor DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut, Jumat (8/9/2017).

Penyerahan berkas pendaftaran bakal Cagubsu itu dilakukan Tim Pemenangan Rudi Zulham kepada Sekjen DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap didampingi Ketua Tim Pemenangan Aripay Tambunan dan pengurus lainnya.

PAN menjadi partai terakhir yang didatangi Tim Pemenangan Edy Rahyamadi maupun relawannya. Sebelumnya, Edy Rahmayadi juga mendaftar ke PDI Perjuangan, Hanura, PPP, NasDem, PKPI dan Demokrat.

Tim Pemenangan Edy Rahmayadi, Rudi Zulham mengaku yakin Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi ikut dalam pertarungan Pilgub Sumut, meski partai yang memiliki jumlah kursi besar sebagian sudah mengusung calonnya.

"Kita sangat yakin makanya kita terus bergerak sampai saat ini," katanya.

Menurutnya, sudah ada partai yang akan mengusung Edy Rahmayadi, namun akan dideklarasikan serentak pada Januari 2018. "Di Januari mungkin kita deklarasi. Kita sudah melakukan pendekatan ke semua partai, semuanya menyambut baik. Secara resmi belum, tapi saya yakin Pak Edy Rahmayadi diusung," tandasnya.

Kata dia, menjadi gubernur Sumut adalah panggilan hati untuk menjadikan Sumut lebih maju, sejahtera, wibawa dan bermartabat. "Kita butuh perubahan di Sumut, dan sosok Pangkostrad kami nilai yang mampu membawa perubahan itu," katanya.

Sementara itu, Sekjen DPW PAN Sumut Yahdi Khair Harahap menyambut baik kehadiran tim pemenangan Edy Rahmayadi. Kata dia, ada lima bakal cagubsu yang memgambil formulir di PAN Sumut. Namun, yang baru mengembalikan baru JR Saragih dan Edy Rahmayadi serta Musa Rajekshah. "Penutupan pendaftaran Sabtu (9/9/2017) ini," tambahnya.

Pilgub Sumut 2018, Ngogesa Sitepu Mundur dari Pencalonan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 23:42 WIB Ngogesa Sitepu. Fo...